Tanki SPBU Di Payakumbuh Bocor? Pengawasan Pertamina Padang Dipertanyakan

0
1741

Payakumbuh, Newssumbar.com — Diduga akibat kebocoran tanki bahan bakar minyak jenis pertalite dari SPBU 14.262.539 di Parik Rantang, Payakumbuh Barat. Mengakibatkan terjadi kebakaran hebat di dalam drainase yang berada di belakang SPBU tersebut, Sabtu (28/11) pagi.

Dari pantauan media, menurut Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Devitra didampingi Kabid Damkar Budi Kurniawan sekitar 2 ton lebih BBM Merembes ke drainase di Jalan Padang, dan membuat warga setempat panik dan histeris saat ada kebakaran hebat olehnya.

“Sempat ada kebakaran hebat, tak ada korban jiwa. Tapi petugas damkar kita berhasil memadamkan, warga takut dan cemas,” kata Devitra kepada media.

Pemko Payakumbuh segera menugaskan Damkar agar melakukan penanganan dengan menyemprot dengan air dicampur deterjen.

Saat ini pihak SPBU juga melakukan pembersihan kepada minyak yang sudah mengalir di drainase sepanjang 1 KM itu dengan media busa secara manual, bahkan sampai ke Kelurahan Nunang Daya Bangun.

Area tersebut sudah dipasang garis polisi, saat ini status waspada api, dan dilarang merokok di dekat area tersebut.

Lurah Eki Oktavia pun sibuk melakukan penanganan bersama warga. Saat ini dinas lingkungan hidup ikut turun melakukan pengambilan sampel, malihat ketercemaran air untuk diperiksa di laboratorium.

“Kita juga siagakan bentor, pihak SPBU katanya sudah melakukan upaya dengan BBM di tanki yang diduga bocor itu dikosongkan, dan dipindahkan ke tanki lain. Sudah dibuat juga sumur resapan di drainase sedalam 4 meter untuk mengalirkan air. Warga meminta SPBU bertanggung jawab agar mengecor ulang drainase,” ungkap Lurah.

Sementara itu, akibat kejadian ini tentu mendatangkan kerugian moril dan materil bagi warga dan Pemko Payakumbuh. Kebocoran tanki di SPBU ini tentu tak lepas dari fungsi pengawasan pertamina. Sales Brand Manager (SBM) Rayon 4 Pertamina Sumatra Barat Desra Rahmayadi saat ditanyakan sejauh mana pengawasan pertamina terhadap SPBU via whatsapp, kepada media terkesan tidak mau menjawab.

“Sedang ditangani segera pihak SPBU pak,” tulisnya singkat.

Bahkan menurut informasi, pihak SPBU sudah menelpon pihak Pertamina Padang untuk bantuan alat mesin menyedot minyak agar bisa membersihkan minyak di drainase. Saat ditanya kepada Desra dia menjawab sama.

“Betul pak, sedang dalam penanganan, ditunggu statement dari tim kami ya pak,” pungkasnya.

Sementara itu, Wawako Erwin Yunaz yang turun ke lokasi menekankan agar pihak SPBU agar melakukan pembaharuan kepada asetnya.

“Harus diperbaharui, kalau tidak warga kami cemas,” kata Wawako.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus menyebut terkait dengan kejadian ini, Hamdi Agus juga akan meminta pertanggungjawaban dari pihak SPBU dan Pertamina.

”Berkaitan dengan pihak SPBU tentu kita minta tanggung jawab atas terjadinya kebocoran ini, karena ini menyangkut keselamatan dan menjadi pelajaran juga bagi SPBU lainnya,” tegasnya.

Hamdi Agus juga mengatakan penanganan kejadian ini diserahkan kepihak berwenang.

“Selanjutnya kejadian ini kita serahkan pada pihak-pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan, kami DPRD akan selalu memantau dan mengawasi proses penanganannya,” imbuhnya. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here